nyari2 bagian belakang lampu motor, udah nyoba 2 di depan KF ujung berung, ga ada, sempat mau balik, tapi akhirnya balik lagi, coba nanyain klo bisa dipasangin lampu, ternyata ga bisa juga, soalnya emang harus ada dudukan buat lampunya,
akhirnya nanya nyari dudukan lampu bisa dimana, atau bengkel resminya Yamaha. diarahin ke Yang ujung berung, sebelah Polres
Datang Kesana, ternyata kaga ada juga, dibilangnya mesti mesan. Tanya lagi kira2 manalagi bengkel Yamaha terdekat, diarahin ke cipadung, setelah UIN, sebelum bundaran, dari ujungberung adanya di kanan.
Kesana juga, eh ada razia, tapi....lolos...
ok kesana, eh, disana
juga kaga ada, dibilangnya mesti mesan juga, berarti ini perc ke-4 udah gagal, trus tanyam, kira2 ada dimana lagi, atau apakah bisa ganti jenis lain. Ganti yang lain gabbisa, soalnya khusus, tapi dia ngasih saran supaya ke lingga motor yang di bundaran, disana katanya lengkap dan paling nggak ada yang lokal
OK, kesana, ini yang terakhir, dan alhamdulillah ada, keluar2 48 rb, pulangnya masiha da razia, tapi tetep lolos, eh, ternyata malem2 pas di rumah, ya ampun, ternyata kebalik masangnya, ngesen kiri malah lampu sen belakang kanan yang nyala, bgt juga sebaliknya, walah2
opik-bidin
Senin, 16 Januari 2012
Ikut KKN part 2
Setelah selesai dengan desa rancamangun, kami lalu lanjut ke desa sindanglaya.Bila dibanding-bandingkan. desa sindanglaya lebih maju dari desa rancamangun. Rumah dah pakai keramik baru, sedangkan desa rancamangun masih pakai keramik gaya lama yang kuning coklat itu. Disini juga lebih dekat kemana2, ada SD, SMA.
Ketika awal sampai disini, sharing pun dimulai, tapi akhirnya lebih banyak diisi marah-marah bibi Ade karena suatu kesalahan mendasar yang dilakukan para anak KKN tesebut, dan hal2 lain yang tak bisa disebutkan disini.. Mereka juga kurang melakukan langkah pertama dnegan benar, dan langsung menelurkan kegiatan-kegiatan tanpa melihat dan menyurvei terlebih dahulu, apa sebenarnya yang diperlukan desa tersebut.
Ketika Pulang, hari sudah hampir malam, kira2 jam 5.45. Nah, disini timbul masalah, soalnya lampu depan dan belakang motor opik rusak. Ini udah disadari dari kemarin, cuma opik pikir waktu itu kerusakannya sementara, sebab jalannya geruduk2 aja, jadi bisa benar lagi, eh ternyata, sampai sana juga nggak bisa.
pas sore dan petang sih nggak masalah sebab masih kelihatan, masalahnya baru kerasa pas jam 7-an. Udah gelap dimana2, jadi opik macu motor pelan2 nelusurin jalan rancakalong, hanya dengan dibantu lampu sen kiri yang kurang jelas. kebanyakan make insting
Untung ada 1-2 kendaraan yang lewat jadi jalannya ga terlalu gelap. opik juga bersyukur klo ada bangunan dan rumah2 di tepi jalan soalnya ada lampu. Tapi jika sisi jalan cuma ada pohon, sawah atau yang semacam itu, wah, gelapnya pekat banget.
Namun, ada kejadian yang bikin opik untung, yaitu ketika melewati bagian2 tergelap tersebut dan opik harus melanin motor, eh ada motor di belakang opik, yang tentunya lampunya baik. Jadi opik bisa macu motor kencang2, sembari aga k ngalangin motor dibelakang agar nggak lewat, meski akhirnya lewat. tapi itu cukup ngebantu
setelahnya jalan ga terlalu gelap dan ada bantuan 2-3 motor yang lewat di belakang, jadi nggak terlalu sulit. Setelah itu sisi jalan banyak rumah dan lampu, sehingga opik bisa macu agak kencang.
Masuk jalan raya sumedang, akhirnya bisa bernapas lega, soalnya kan kendaraan banyak banget dan jalan terang benderang. ga masalah dah pulangnya. Sempat isi bensin. Trus nurunin bi ade di KFC, soalnya aktanya belum makan. opik juga dipesanin biar benerin lampu. setelah itu pulang
Ketika awal sampai disini, sharing pun dimulai, tapi akhirnya lebih banyak diisi marah-marah bibi Ade karena suatu kesalahan mendasar yang dilakukan para anak KKN tesebut, dan hal2 lain yang tak bisa disebutkan disini.. Mereka juga kurang melakukan langkah pertama dnegan benar, dan langsung menelurkan kegiatan-kegiatan tanpa melihat dan menyurvei terlebih dahulu, apa sebenarnya yang diperlukan desa tersebut.
Ketika Pulang, hari sudah hampir malam, kira2 jam 5.45. Nah, disini timbul masalah, soalnya lampu depan dan belakang motor opik rusak. Ini udah disadari dari kemarin, cuma opik pikir waktu itu kerusakannya sementara, sebab jalannya geruduk2 aja, jadi bisa benar lagi, eh ternyata, sampai sana juga nggak bisa.
pas sore dan petang sih nggak masalah sebab masih kelihatan, masalahnya baru kerasa pas jam 7-an. Udah gelap dimana2, jadi opik macu motor pelan2 nelusurin jalan rancakalong, hanya dengan dibantu lampu sen kiri yang kurang jelas. kebanyakan make insting
Untung ada 1-2 kendaraan yang lewat jadi jalannya ga terlalu gelap. opik juga bersyukur klo ada bangunan dan rumah2 di tepi jalan soalnya ada lampu. Tapi jika sisi jalan cuma ada pohon, sawah atau yang semacam itu, wah, gelapnya pekat banget.
Namun, ada kejadian yang bikin opik untung, yaitu ketika melewati bagian2 tergelap tersebut dan opik harus melanin motor, eh ada motor di belakang opik, yang tentunya lampunya baik. Jadi opik bisa macu motor kencang2, sembari aga k ngalangin motor dibelakang agar nggak lewat, meski akhirnya lewat. tapi itu cukup ngebantu
setelahnya jalan ga terlalu gelap dan ada bantuan 2-3 motor yang lewat di belakang, jadi nggak terlalu sulit. Setelah itu sisi jalan banyak rumah dan lampu, sehingga opik bisa macu agak kencang.
Masuk jalan raya sumedang, akhirnya bisa bernapas lega, soalnya kan kendaraan banyak banget dan jalan terang benderang. ga masalah dah pulangnya. Sempat isi bensin. Trus nurunin bi ade di KFC, soalnya aktanya belum makan. opik juga dipesanin biar benerin lampu. setelah itu pulang
Selasa, 10 Januari 2012
Ikut KKN part 1
Ini cerita pas nganterin bibi yang dosen Unpad monitoring KKN ke subang kemarin, Sambil liat2 sih
j8.15 berangkat dari pool gunung sembung setelah bi Ade datang. awalnya ke unpad, tapi ketemu pak yuyun di jalan, jadi bisa nitip nilai. Trus makan bubur deket unpad dulu. ABis itu baru bernagkat lagi
Kali ini nempuh jalan2 khas sumedang yang naik turun, berkelok-kelok n ramai. agak kesel n was2 klo yang didepan adalah truk. Pingin nyusul susan dan rawan ketabrak. Belum lg oper gigi mulu.
Dari jalan raya itu masuk ke jalan rancakalong, nah ini jalannya enak, Mulus, diaspal semua. no beton, pemandangannya juga indah euy, hijau dan banayk sawah. Dis epanjang jalan juga bisa liat pohon Albasia n suren (dan tempat penggergajian kayu, mungkin karena itu banyak truk atau mobil bak penuh batang pohon suka lewat).
Tapi di sepanjang jalan ini dan yang ke subang, ada 4 jalan yang bercabang 2, ada dua yang bercabang 2 di jembatan, 1 di kelokan, dan 1 lagi di tengah jalan, Mungkin maksudnya biar ga celaka kali ya?
Jalan ini cukup lengang, tapi awas klo ada truk, bis dan kendaraan lain dari arah berelawanan, soalnya jalannya sempt n kurang lebar.mana pada kencang2 lagi.
Setelah ketemu pertigaan yang bilang percabangan subang, bandung, sumedang, kami pilih jalan ke atas ke subang.Jalannya mulai agak jelek dan penuh tambalan. Tapi tetap aja jalannya lebih bagus dari kebanyakan jalan di bandung. apalagi setelah agak jauh jalannya mulus lagi. Ketika mulai masuk ke jalan menuju desa, barulah jalannya jadi delek ala jalan bandung
Ada dua desa yang dituju, rancamangun dan sindanglaya. Karena leboih jauh, ke soindanglaya lebih dulu. disini jalannya jadi jauh lebih jelek setelah di tengah2 sempat agak mulus meski ada yang bolong2. Disana akhirnya sampai di rumah tinggal, jam 11 kurang.
Disini, kami istirahat dan diadakan sharing mahasiswa KKN tentang apa aja selama seminggu ini, berkisar ttg apa yang dipelajari, apa yang didapat secara pribadi, n apa kontribusi dia bagi tim. krn judul minggu pertama KKN adalah pemetaan, jadi yang dilakuin baru kaling mengenal desa n warga serta survei apa yang jadi potensi n masalah desa.
Rata2 mereka bilang sempat ada masalah dengan kades dan warga karena mereka belum dititipkan, tapi setelah pendekatan2, mulai bisa akrab. mereka juga banyak yag mengaku agak kesulitan dengan kondisi di desa dimana makanan dll rata2 susah didapat n belum terbiasa dengan sistem sosial desa.
j8.15 berangkat dari pool gunung sembung setelah bi Ade datang. awalnya ke unpad, tapi ketemu pak yuyun di jalan, jadi bisa nitip nilai. Trus makan bubur deket unpad dulu. ABis itu baru bernagkat lagi
Kali ini nempuh jalan2 khas sumedang yang naik turun, berkelok-kelok n ramai. agak kesel n was2 klo yang didepan adalah truk. Pingin nyusul susan dan rawan ketabrak. Belum lg oper gigi mulu.
Dari jalan raya itu masuk ke jalan rancakalong, nah ini jalannya enak, Mulus, diaspal semua. no beton, pemandangannya juga indah euy, hijau dan banayk sawah. Dis epanjang jalan juga bisa liat pohon Albasia n suren (dan tempat penggergajian kayu, mungkin karena itu banyak truk atau mobil bak penuh batang pohon suka lewat).
Tapi di sepanjang jalan ini dan yang ke subang, ada 4 jalan yang bercabang 2, ada dua yang bercabang 2 di jembatan, 1 di kelokan, dan 1 lagi di tengah jalan, Mungkin maksudnya biar ga celaka kali ya?
Jalan ini cukup lengang, tapi awas klo ada truk, bis dan kendaraan lain dari arah berelawanan, soalnya jalannya sempt n kurang lebar.mana pada kencang2 lagi.
Setelah ketemu pertigaan yang bilang percabangan subang, bandung, sumedang, kami pilih jalan ke atas ke subang.Jalannya mulai agak jelek dan penuh tambalan. Tapi tetap aja jalannya lebih bagus dari kebanyakan jalan di bandung. apalagi setelah agak jauh jalannya mulus lagi. Ketika mulai masuk ke jalan menuju desa, barulah jalannya jadi delek ala jalan bandung
Ada dua desa yang dituju, rancamangun dan sindanglaya. Karena leboih jauh, ke soindanglaya lebih dulu. disini jalannya jadi jauh lebih jelek setelah di tengah2 sempat agak mulus meski ada yang bolong2. Disana akhirnya sampai di rumah tinggal, jam 11 kurang.
Disini, kami istirahat dan diadakan sharing mahasiswa KKN tentang apa aja selama seminggu ini, berkisar ttg apa yang dipelajari, apa yang didapat secara pribadi, n apa kontribusi dia bagi tim. krn judul minggu pertama KKN adalah pemetaan, jadi yang dilakuin baru kaling mengenal desa n warga serta survei apa yang jadi potensi n masalah desa.
Rata2 mereka bilang sempat ada masalah dengan kades dan warga karena mereka belum dititipkan, tapi setelah pendekatan2, mulai bisa akrab. mereka juga banyak yag mengaku agak kesulitan dengan kondisi di desa dimana makanan dll rata2 susah didapat n belum terbiasa dengan sistem sosial desa.
Ke Jakarta lagi
Akhirnya ngurusin buat keberangkatan
yang dibawa:
Ijazah dan transkip ind-Eng
polis asuransi Ind-Eng
Sertifikat kesehatan
paspor
2 foto 6x4
sertifikat imunisasi MMR
dll
berangkat dengan Baraya Travel ke Kelapa Gading, malah kesesat naik angkot 37, akhirnya jalan kaki ke Agung permai 15. Sempat bolak balik nyari mana rumah C3/28, akhirnya dikasih tahu yang tepat didepan sekolah ipeka. Akhirnya masuk
ternyata disana udah ada orang, rupanya dia juga mau ke taiwan, liat sampulnya sih dari atmajaya. Abis selesai baru deh ke opik. opik kan langsung ngumpulin dokumen2, tapi ada yang bermasalah, pertama sertifikat kesehatannya ga diceklist MMR-nta, padahal opik ada sertifikat imunisasinya, trus polisnya mirip fotokopian padahal itu asli, ya udah diusahain dulu katanya,
Opik lalu pulang naik kopaja 27, lalu ke hypermart kalapa gading untuk naik baraya lagi. DI jalan menuju rumah beli pizza 10.000-an 3.
yang dibawa:
Ijazah dan transkip ind-Eng
polis asuransi Ind-Eng
Sertifikat kesehatan
paspor
2 foto 6x4
sertifikat imunisasi MMR
dll
berangkat dengan Baraya Travel ke Kelapa Gading, malah kesesat naik angkot 37, akhirnya jalan kaki ke Agung permai 15. Sempat bolak balik nyari mana rumah C3/28, akhirnya dikasih tahu yang tepat didepan sekolah ipeka. Akhirnya masuk
ternyata disana udah ada orang, rupanya dia juga mau ke taiwan, liat sampulnya sih dari atmajaya. Abis selesai baru deh ke opik. opik kan langsung ngumpulin dokumen2, tapi ada yang bermasalah, pertama sertifikat kesehatannya ga diceklist MMR-nta, padahal opik ada sertifikat imunisasinya, trus polisnya mirip fotokopian padahal itu asli, ya udah diusahain dulu katanya,
Opik lalu pulang naik kopaja 27, lalu ke hypermart kalapa gading untuk naik baraya lagi. DI jalan menuju rumah beli pizza 10.000-an 3.
Senin, 28 November 2011
IBF vs pernikahan Ibas-Aliya
dari milis FLP
Release: FLP Tolak Pelecehan Terhadap Pecinta Buku
Posted by: "Yons" senjakarta@gmail.com freelance_corp
Date: Sun Nov 27, 2011 8:19 pm ((PST))
Acara Indonesia Book Fair (IBF), bagi penerbit dan pecinta buku telah menjadi acara rutin tahunan. Ajang ini adalah momentum bagi bertemunya para pecinta buku, penulis, sekaligus promosi bagi para penerbit buku untuk secara langsung menyapa pembaca. Namun, tahun 2011 ini acara rutin tersebut telah digeser secara semena-mena oleh penguasa (Presiden SBY) padahal tempatnya jelas berbeda.
Dalam pengumumunnya, panitia IBF 2011 menginformasikan bahwa IBF yang diadakan di Istora Senayan Jakarta tanggal 26 November yang jatuh hari Sabtu, diliburkan karena pada hari/tanggal tersebut ada acara kenegaraan yang berlangsung di Gedung JCC. Kita semua tahu, acara yang disebut acara kenegaraan itu sebenarnya acara pribadi presiden yang menikahkan anaknya.
Atas dasar itu pihak istana menggeser acara pameran buku itu dengan semena-mena sehingga banyak menimbulkan kekecewaan bagi para pengunjung dan pecinta buku pada umumnya.
Alasan bahwa liburnya IBF 2011 pada tanggal 26 November telah dikoordinasikan karena ada acara pernikahan tidak dapat diterima. Sebab, IBF 2011 merupakan acara rutin yang tanggal penyelenggaraannya biasanya sudah ditentukan satu tahun sebelumnya.
Pihak istana mungkin berpikiran acara pameran buku bukan sesuatu yang penting. Jadi enteng saja menggeser acara semaunya. Tapi, bagi dunia perbukuan dan penerbitan, peristiwa ini adalah tragedi. Sebuah wajah nyata pelecehan terhadap para pecinta buku telah dipertontonkan.
Mensikapi hal tersebut, Badan Pengurus Pusat (BPP) Forum Lingkar Pena (FLP) Pusat yang membawahi 29 wilayah, 130 cabang dengan lebih dari 5000 anggota di dalam maupun luar negeri, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap tindakan semena-mena tersebut. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pemerintahan SBY lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyatnya. Juga menegaskan ketidakberpihakan pemerintah dalam memajukan dunia literasi di Indonesia.
FLP berharap semua pemimpin bangsa baik dari tingkat bawah sampai atas, benar-benar peduli pada dunia perbukuan, sebab hal ini adalah bagian dari dunia pendidikan yang ikut menentukan nasib baik Indonesia ke depan.
Jakarta, 28 November 2011
Setiawati Intan Savitri
Ketua Umum FLP Pusat
CP: Humas FLP Pusat (Yons Achmad) 021 9487 1657 atau redaksiflp(at)gmail.com
Release: FLP Tolak Pelecehan Terhadap Pecinta Buku
Posted by: "Yons" senjakarta@gmail.com freelance_corp
Date: Sun Nov 27, 2011 8:19 pm ((PST))
Acara Indonesia Book Fair (IBF), bagi penerbit dan pecinta buku telah menjadi acara rutin tahunan. Ajang ini adalah momentum bagi bertemunya para pecinta buku, penulis, sekaligus promosi bagi para penerbit buku untuk secara langsung menyapa pembaca. Namun, tahun 2011 ini acara rutin tersebut telah digeser secara semena-mena oleh penguasa (Presiden SBY) padahal tempatnya jelas berbeda.
Dalam pengumumunnya, panitia IBF 2011 menginformasikan bahwa IBF yang diadakan di Istora Senayan Jakarta tanggal 26 November yang jatuh hari Sabtu, diliburkan karena pada hari/tanggal tersebut ada acara kenegaraan yang berlangsung di Gedung JCC. Kita semua tahu, acara yang disebut acara kenegaraan itu sebenarnya acara pribadi presiden yang menikahkan anaknya.
Atas dasar itu pihak istana menggeser acara pameran buku itu dengan semena-mena sehingga banyak menimbulkan kekecewaan bagi para pengunjung dan pecinta buku pada umumnya.
Alasan bahwa liburnya IBF 2011 pada tanggal 26 November telah dikoordinasikan karena ada acara pernikahan tidak dapat diterima. Sebab, IBF 2011 merupakan acara rutin yang tanggal penyelenggaraannya biasanya sudah ditentukan satu tahun sebelumnya.
Pihak istana mungkin berpikiran acara pameran buku bukan sesuatu yang penting. Jadi enteng saja menggeser acara semaunya. Tapi, bagi dunia perbukuan dan penerbitan, peristiwa ini adalah tragedi. Sebuah wajah nyata pelecehan terhadap para pecinta buku telah dipertontonkan.
Mensikapi hal tersebut, Badan Pengurus Pusat (BPP) Forum Lingkar Pena (FLP) Pusat yang membawahi 29 wilayah, 130 cabang dengan lebih dari 5000 anggota di dalam maupun luar negeri, menyatakan keprihatinan mendalam terhadap tindakan semena-mena tersebut. Hal ini sekaligus membuktikan bahwa pemerintahan SBY lebih mengutamakan kepentingan pribadi daripada kepentingan rakyatnya. Juga menegaskan ketidakberpihakan pemerintah dalam memajukan dunia literasi di Indonesia.
FLP berharap semua pemimpin bangsa baik dari tingkat bawah sampai atas, benar-benar peduli pada dunia perbukuan, sebab hal ini adalah bagian dari dunia pendidikan yang ikut menentukan nasib baik Indonesia ke depan.
Jakarta, 28 November 2011
Setiawati Intan Savitri
Ketua Umum FLP Pusat
CP: Humas FLP Pusat (Yons Achmad) 021 9487 1657 atau redaksiflp(at)gmail.com
Senin, 14 November 2011
Lexapro dan Citalopram
dari sini, baca yang lengkapnya disitu
http://www.jimplagakis.com/?p=4830
Ini kasus di AS,
Ini kasus penukaran obat anti depresan, Lexapro, suatu obat paten yang jauh lebih mahal dan "diciptakan" dengan mengubah sedikit dari obat sebelumnya (celexa, yang isinya juga Citalopram) dijual dengan harga yang lebih tinggi dan marketing yang "ga bener"
Marketing yang "ga bener" ini udah sampai senat, yang ngeluarin dokumen berhalaman 88 yang menjelaskan soal marketing yang ga bener ini. judulnya Lexapro Fiscal 2004 Marketing Plan,
Oleh perusahaannya, Forest serta konsultannya, Lexapro dianggap sebagaio obat yang superior, namun kliam ini tak dibuktikan secara statistik, dan FDA juga tidak mengharuskannya, karena menganggap Celexa dan Lexapro sama.
Banyak dokter menganggap Lexapro lebih baik, tapi tunggu dulu, banyak kritik yang mengaggap mereka bilang begitu karena dibayar oleh industri. sampai2 di link yang opik kasih, si med rep datang ke farmasisnya karena merasa dirugikan sebab farmasisnya menganjurkan pasiennya nuker obat ke citalopram yang jauh, jauuuh lebih murah, sehingga dokter terpaksa menurut.
Berapa uang yang dihabiskan untuk marketing ini? 34 juta dolar ke 2000 dokter.
dan tak sampai disitu, bahkan ada tuntutan hukum pada industri Forest tersebut karena menganggap industri melakukan marketing ilegal pada dokter agar obat tersebut dan celexa diberikan pada anak-anak.
Dan amrketingnya gila2an, pemberian uang pada dokter oleh Forest pada tahun 2008 hanya bisa dilampaui oleh Eli Lilly, Pfizer, Novartis dan Merck — perusahaan yang penjualan tahunannya 5-10x dari Forest
http://www.jimplagakis.com/?p=4830
Ini kasus di AS,
Ini kasus penukaran obat anti depresan, Lexapro, suatu obat paten yang jauh lebih mahal dan "diciptakan" dengan mengubah sedikit dari obat sebelumnya (celexa, yang isinya juga Citalopram) dijual dengan harga yang lebih tinggi dan marketing yang "ga bener"
Marketing yang "ga bener" ini udah sampai senat, yang ngeluarin dokumen berhalaman 88 yang menjelaskan soal marketing yang ga bener ini. judulnya Lexapro Fiscal 2004 Marketing Plan,
Oleh perusahaannya, Forest serta konsultannya, Lexapro dianggap sebagaio obat yang superior, namun kliam ini tak dibuktikan secara statistik, dan FDA juga tidak mengharuskannya, karena menganggap Celexa dan Lexapro sama.
Banyak dokter menganggap Lexapro lebih baik, tapi tunggu dulu, banyak kritik yang mengaggap mereka bilang begitu karena dibayar oleh industri. sampai2 di link yang opik kasih, si med rep datang ke farmasisnya karena merasa dirugikan sebab farmasisnya menganjurkan pasiennya nuker obat ke citalopram yang jauh, jauuuh lebih murah, sehingga dokter terpaksa menurut.
Berapa uang yang dihabiskan untuk marketing ini? 34 juta dolar ke 2000 dokter.
dan tak sampai disitu, bahkan ada tuntutan hukum pada industri Forest tersebut karena menganggap industri melakukan marketing ilegal pada dokter agar obat tersebut dan celexa diberikan pada anak-anak.
Dan amrketingnya gila2an, pemberian uang pada dokter oleh Forest pada tahun 2008 hanya bisa dilampaui oleh Eli Lilly, Pfizer, Novartis dan Merck — perusahaan yang penjualan tahunannya 5-10x dari Forest
Label:
apoteker,
farmasi,
industri,
kejahatan,
komersialisasi
Kamis, 20 Oktober 2011
Teman-temanku
Kali ini mau bikin daftar siapa aja teman yang diingat dari masa kecil dulu
Pertama2, tentu saja di Inggris, disana ada anak2 dari indonesia dan malaysia juga, opik kenal supreme takwim, terus Imran beserta saudaranya yang banyak jadi ga apal (ada Iqbal dll), turs ada Tika, satu-satunya cewek yang diingat, lalu Dias, teru siapa lagi ya...?
klo di sekolah di Inggris, opik ingat tuh wali kelas Miss Read, ada Usman, Amy, lalu ada Ben, opik juga sahabat dekat ama Usman.
Abis itu pulang ke Indonesia, padahal mau ke kelas 3 waktu itu, sayang juga karena ga ngerti apa2, jadi perpisahannya ga disiapin dengan baik, opik masih ingat ketika berjingkrak dan bergembira ria ketika naik kelas 3 dan sekelas dengan Usman serta beberapa teman yang lain, sayang opik ga pernah masuk.
Terus di Indonesia, yah paling kenal dari keluarga dekat dulu, ya sespupu2 dan saudara2, temen benerannya baru dapat ketika masuk SD Bina harapan di Bandung, ada Donald, Iwan, Adit, Ega, Yogi, Asep, Brian (masih temenan sampai sekarang), Dimas klo perempuannya paling ingat Suci aja, ada dua lagi sih yang ingat yaitu nadia ama Fitri tapi ragu namanya bener atau nggak.
Terus masuk SD Darul Hikam pas kelas 5 ampe klas 6, disini ketemu Dwiki, Opik, Roby, Dyan, adit, Adinda, U-Z dll, sebenarnya sih opik masih ingat wajah tapi suka lupa nama, apalagi yang cewek
Abis itu masuk SMP 5, disana ketemu banyak orang, Adit (napa sih namanya banyak banget yang Adit?) Ivan, Tomi, Bintang, Adunk, Iqrar, Rezandi, Vepoy, Aji, Fahmi, Bargez, Rudi, Erik, Edrik, Desilia (ni opik ingat sebagai cewek tae kwon do yang suka main bola), Jaka Maulana dan Jaka Maulana S, Dede Rizki, Amanda, Dame, dll
Nah, Ketika masuk SMA 5, pergaulan mulai berubah sejak opik masuk keamanan 5 dan Destroyer, pokoknya cara bergaul berubah, dan opik mulai lebih bebas dan terbuka kepada teman2, kini teman2 opik bukan orang yang sekedar kenal aja tapi juga yang benar2 bergaul
klo SMA sih, rasanya semua jadi teman, bahkan bisa kenal ampe 2-3 tingkat di atas, jadi ga usah disebutin, soalnya teman seangkatqan meski ga kenal benar juga tahu.
samapai sini dulu ya, untuk teman2 kuliah nanti saja
Pertama2, tentu saja di Inggris, disana ada anak2 dari indonesia dan malaysia juga, opik kenal supreme takwim, terus Imran beserta saudaranya yang banyak jadi ga apal (ada Iqbal dll), turs ada Tika, satu-satunya cewek yang diingat, lalu Dias, teru siapa lagi ya...?
klo di sekolah di Inggris, opik ingat tuh wali kelas Miss Read, ada Usman, Amy, lalu ada Ben, opik juga sahabat dekat ama Usman.
Abis itu pulang ke Indonesia, padahal mau ke kelas 3 waktu itu, sayang juga karena ga ngerti apa2, jadi perpisahannya ga disiapin dengan baik, opik masih ingat ketika berjingkrak dan bergembira ria ketika naik kelas 3 dan sekelas dengan Usman serta beberapa teman yang lain, sayang opik ga pernah masuk.
Terus di Indonesia, yah paling kenal dari keluarga dekat dulu, ya sespupu2 dan saudara2, temen benerannya baru dapat ketika masuk SD Bina harapan di Bandung, ada Donald, Iwan, Adit, Ega, Yogi, Asep, Brian (masih temenan sampai sekarang), Dimas klo perempuannya paling ingat Suci aja, ada dua lagi sih yang ingat yaitu nadia ama Fitri tapi ragu namanya bener atau nggak.
Terus masuk SD Darul Hikam pas kelas 5 ampe klas 6, disini ketemu Dwiki, Opik, Roby, Dyan, adit, Adinda, U-Z dll, sebenarnya sih opik masih ingat wajah tapi suka lupa nama, apalagi yang cewek
Abis itu masuk SMP 5, disana ketemu banyak orang, Adit (napa sih namanya banyak banget yang Adit?) Ivan, Tomi, Bintang, Adunk, Iqrar, Rezandi, Vepoy, Aji, Fahmi, Bargez, Rudi, Erik, Edrik, Desilia (ni opik ingat sebagai cewek tae kwon do yang suka main bola), Jaka Maulana dan Jaka Maulana S, Dede Rizki, Amanda, Dame, dll
Nah, Ketika masuk SMA 5, pergaulan mulai berubah sejak opik masuk keamanan 5 dan Destroyer, pokoknya cara bergaul berubah, dan opik mulai lebih bebas dan terbuka kepada teman2, kini teman2 opik bukan orang yang sekedar kenal aja tapi juga yang benar2 bergaul
klo SMA sih, rasanya semua jadi teman, bahkan bisa kenal ampe 2-3 tingkat di atas, jadi ga usah disebutin, soalnya teman seangkatqan meski ga kenal benar juga tahu.
samapai sini dulu ya, untuk teman2 kuliah nanti saja
Langganan:
Entri (Atom)