In the previous entry, opik has discussed about corticosteroid that is mixed onto herbs, and now, in this post, opik will write about herbs, which, for language and term problems, will be changed to traditional medicine for now.
In Indonesia, traditional medicine is diveded into 3 groups, herbs, standardized herbal medicine(SHM), and phytopharmaca(PP), with their logo like this:
the difference betwen them is the efficacy and the safety of Herbs are gained traditionally from generation to generation, SHM has been tested pre-clinically, it has been tested to animals (usually rats and mice). The last one, PP, has passed clinical test, so the safety and efficacy has been tested to humans.
Which one is better?
well opik will answer Phytopharmaca, Why? because it has been tested to humans, so it's efficacy and safety is more guaranteed. The order is like this --> PP>SHM>Herb
It's not like herb and SHM is not good, but the efficacy and safety is not guaranteed for human.
Sosee the logo for your choice, opik advice you choose the Phytopharmaca
Senin, 28 Maret 2011
Jamu-OHT-Fitofarmaka
Karena di entri sebelumnya opik membahas soal kortikosteroid yang banyak terkandung dalam jamu, maka kali ini opik akan membahas sedikit soal jamunya, yang dalam entri ini, opik ganti sebentar jadi obat tradisional.
Nah di Indonesia kita ini, obat tradisional dibagi dalam 3 golongan, yaitu jamu, obat herbal terstandar(OHT), dan fitofarmaka(FF), yang masing-masing lambangnya adalah sebagai berikut:
Perbedaan antara ketiganya adalah, Jamu digunakan berdasarkan khasiat yang diperoleh secara empiris, yaitu dari pengalaman secara tradisional turun temurun. OHT telah melalui uji pra klinis, yaitu pengujian khasiat dan keamanannya pada hewan (biasanya sih pakai tikus atau mencit), dan yang terakhir, FF, sudah melalui uji klinis, yaitu uji pada manusia.
Lalu mana yang lebih baik?
opik akan menjawab begini, fitofarmaka. mengapa? karena dia telah diuji pada manusia, sehingga khasiat dan keamanannya lebih terjamin. jadi urutannya begini FF>OHT>Jamu
Tapi bukan berarti jamu dan OHT tidak baik, tapi jamu dan OHT beum diuji pada manusia, sehingga khasiat dan keamanannya belum terjamin sepenuhnya pada manusia.
Jadi, klo ada obat tradisional/jamu, liat logonya seperti yang diatas, dia itu jamu, OHT atau fitofarmaka. dan opik sarankan pilihlah yang fitofarmaka terlebih dahulu
Nah di Indonesia kita ini, obat tradisional dibagi dalam 3 golongan, yaitu jamu, obat herbal terstandar(OHT), dan fitofarmaka(FF), yang masing-masing lambangnya adalah sebagai berikut:
Perbedaan antara ketiganya adalah, Jamu digunakan berdasarkan khasiat yang diperoleh secara empiris, yaitu dari pengalaman secara tradisional turun temurun. OHT telah melalui uji pra klinis, yaitu pengujian khasiat dan keamanannya pada hewan (biasanya sih pakai tikus atau mencit), dan yang terakhir, FF, sudah melalui uji klinis, yaitu uji pada manusia.
Lalu mana yang lebih baik?
opik akan menjawab begini, fitofarmaka. mengapa? karena dia telah diuji pada manusia, sehingga khasiat dan keamanannya lebih terjamin. jadi urutannya begini FF>OHT>Jamu
Tapi bukan berarti jamu dan OHT tidak baik, tapi jamu dan OHT beum diuji pada manusia, sehingga khasiat dan keamanannya belum terjamin sepenuhnya pada manusia.
Jadi, klo ada obat tradisional/jamu, liat logonya seperti yang diatas, dia itu jamu, OHT atau fitofarmaka. dan opik sarankan pilihlah yang fitofarmaka terlebih dahulu
Jumat, 25 Maret 2011
son,son, son
What the heck is that title?
Maybe there are many of you asking that. And opik will answer "because, with that title, opik wants to talk about Corticosteroids, which many of them has "son" ends, like bethamethason, prednison, prednisolon, momethason, corthison, hydrocorthison, etc, although there are some who doesn't like budesonide
Then, what's so interesting about these "son's". We..because these are "god" drugs, Why? because if you have these drugs when you "feel" sick, you immediately feel the effect, it doesn't hurt anymore, and suddenly you feel good again.
But, is it really the case?...this is where many of us is trapped, we already feel good, but we still have the disease. These "sons" cure the symptoms, the pain, but inflamation, but the doesn't kill the cause of the symptoms, the pain, but inflamation
And, because people feel better after taking these drugs, they become dependent. Whenever they feel sick, they always take these "sons". There was a case a doctor who always give bethamethason to his patients, so they feel better, with the other medications that are needed,
The other problem is...we don't use it right. The amount we consume should be from the smallest dosage, and then add it if the response isn't adequate. If the response is adequate (of course before the biggest dosage that is allowed) , maintain it for a while, and then lower the dosage until the smallest. But people use it their way. They consume whatever dosage, they stop abruptly, causing bad effects that can be prevented if they use it right
So far, we have 3 problems: the disease is still there, we use it wrongly and we consume it whenever we feel sick. But take a look for the heavy side effects. our defense system is suppresed, we are more vulnerable to germs, moon face, growth inhibition (that's why "sons" can't be given to children), increasing blood pressure, increasing glucose in blood and this is the most important ; diminishing natural corticosteroid in our body (do you know Cushing Syndrome?)
Why is this corticosteroid so important? well, for us indonesians, there are so many herbal and jamu products that contain these "sons". when we consume these products, we will feel good, healthy, and all the disease symptoms gone. But that's a fraud, herbal and jamu products usually have a slow healing effect, they don't give effect immediately. Well, if you consume these these products for a long time, you'll get a bad knee a fat body.
So be carefull
Maybe there are many of you asking that. And opik will answer "because, with that title, opik wants to talk about Corticosteroids, which many of them has "son" ends, like bethamethason, prednison, prednisolon, momethason, corthison, hydrocorthison, etc, although there are some who doesn't like budesonide
Then, what's so interesting about these "son's". We..because these are "god" drugs, Why? because if you have these drugs when you "feel" sick, you immediately feel the effect, it doesn't hurt anymore, and suddenly you feel good again.
But, is it really the case?...this is where many of us is trapped, we already feel good, but we still have the disease. These "sons" cure the symptoms, the pain, but inflamation, but the doesn't kill the cause of the symptoms, the pain, but inflamation
And, because people feel better after taking these drugs, they become dependent. Whenever they feel sick, they always take these "sons". There was a case a doctor who always give bethamethason to his patients, so they feel better, with the other medications that are needed,
The other problem is...we don't use it right. The amount we consume should be from the smallest dosage, and then add it if the response isn't adequate. If the response is adequate (of course before the biggest dosage that is allowed) , maintain it for a while, and then lower the dosage until the smallest. But people use it their way. They consume whatever dosage, they stop abruptly, causing bad effects that can be prevented if they use it right
So far, we have 3 problems: the disease is still there, we use it wrongly and we consume it whenever we feel sick. But take a look for the heavy side effects. our defense system is suppresed, we are more vulnerable to germs, moon face, growth inhibition (that's why "sons" can't be given to children), increasing blood pressure, increasing glucose in blood and this is the most important ; diminishing natural corticosteroid in our body (do you know Cushing Syndrome?)
Why is this corticosteroid so important? well, for us indonesians, there are so many herbal and jamu products that contain these "sons". when we consume these products, we will feel good, healthy, and all the disease symptoms gone. But that's a fraud, herbal and jamu products usually have a slow healing effect, they don't give effect immediately. Well, if you consume these these products for a long time, you'll get a bad knee a fat body.
So be carefull
Kamis, 24 Maret 2011
son,son, son
Apaan sih judul entri, kok gitu ya?
Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu, Maka, opik akan menjawab "bahwa dengan judul itu, opik ingin membahas soal kortikosteroid dimana banyak banget kortikosteroid yang berakhiran dengan son, misal saja, betametason, prednison, prednisolon, mometason, kotison, hidrokortison, dan son-son yang laon, meski ada juga yang ga pakai son, misalnya budesonide
lalu apa sih yang menarik dari kortikosteroid ini. Ya...karena ini obat dewa. Obat Dewa? kenapa tuh? karena banyak penyakit yang diobatin pakai ini, dan efeknya cespleng, langsung terasa, badan ga sakit lagi, ibaratnya, bisa langsung sembuh...
tapi apa iya...Disinilah banyak orang terjebak. Dikiranya penyakit ini sembuh, padahal untuk banyak penyakit, penyakit itu tetap ada. Si son-son ini hanya menghilangkan gejala luarnya dan membuat radang (bahasa kerennya...inflamasi) yang ada menghilang,tapi sebenarnya, penyakit yang ada tetap ga kebasmi.
Dan, karena orang merasa enak, segar dan sehat sehabis minum si sonson ini, begitu dia sakit apapun, pasti minum obat ini. Dosen juga pernah cerita ada sorang dokter yang disebut "dokter betametason" karena tiap pasiennya yang sakit ia kasih betametason, dan pasiennya langsung merasa enak.
Tambahan lagi, pemakaiannya pun tidak benar. Jumlah son-son yang dipakai harus dimulai dari yang terkecil dahulu, dan sembari melihat respon tubuh, dinaikkan perlahan-lahan. klo sudah mendingan ya diturunkan lagi sebelum akhirnya berhenti. Tapi kini orang memakainya sesuka hati saja
So, udah ada 3 masalah, penyakit utama ga kebasmi,cara pemakaian tak benar dan pasien minum son-son terus ketika kena penyakit. Padahal efek samping son-son ini berat lho. Ketahanan tubuh menutun sehingga lebih rentan diserang kuman, moon face, pertumbuhan terhambat (makanya ga boleh dikasih ke anak-anak), tekanan darah tinggi, kelebihan gula darah dan ini yang paling penting : penurunan kortikosteroid normal tubuh
Ingat, kita punya kortikosteroid secara alami dalam tubuh. Ketika kita memakai kortikosteroid, produksi yang alami akan terhambat, dan akan timbul efek2 yang tidak dinginkan, salah satu yang paling umum adalah sindrom cushing, yang akibatnya banyak banget deh, ya bayangin aja kortikosteroid adalah salah satu hormon yang berperan dalam banyak hal, lalu pengaturannya dikacaukan, ya akibatnya parah2, browsing aja deh, efek samping son-son itu bisa menuhin sehalaman lho
Terus kenapa perhatian ke kortikosteroid ini penting, ini karena banyak banget jamu yang dicampur dengan kortikosteroid ini. Jadi klo anda minum jamu atau herbal dan efeknya langsung kerasa, langsung segar dan ngerasa sehat, cesplenglah pokoknya, curigalah, itu ada si son-son. Apalagi setelah minum jamu itu secara lama, anda merasa tulang jadi lemas, mudah sakit, badan jadi gemuk dan impoten.
so waspadalah
Mungkin ada yang bertanya-tanya seperti itu, Maka, opik akan menjawab "bahwa dengan judul itu, opik ingin membahas soal kortikosteroid dimana banyak banget kortikosteroid yang berakhiran dengan son, misal saja, betametason, prednison, prednisolon, mometason, kotison, hidrokortison, dan son-son yang laon, meski ada juga yang ga pakai son, misalnya budesonide
lalu apa sih yang menarik dari kortikosteroid ini. Ya...karena ini obat dewa. Obat Dewa? kenapa tuh? karena banyak penyakit yang diobatin pakai ini, dan efeknya cespleng, langsung terasa, badan ga sakit lagi, ibaratnya, bisa langsung sembuh...
tapi apa iya...Disinilah banyak orang terjebak. Dikiranya penyakit ini sembuh, padahal untuk banyak penyakit, penyakit itu tetap ada. Si son-son ini hanya menghilangkan gejala luarnya dan membuat radang (bahasa kerennya...inflamasi) yang ada menghilang,tapi sebenarnya, penyakit yang ada tetap ga kebasmi.
Dan, karena orang merasa enak, segar dan sehat sehabis minum si sonson ini, begitu dia sakit apapun, pasti minum obat ini. Dosen juga pernah cerita ada sorang dokter yang disebut "dokter betametason" karena tiap pasiennya yang sakit ia kasih betametason, dan pasiennya langsung merasa enak.
Tambahan lagi, pemakaiannya pun tidak benar. Jumlah son-son yang dipakai harus dimulai dari yang terkecil dahulu, dan sembari melihat respon tubuh, dinaikkan perlahan-lahan. klo sudah mendingan ya diturunkan lagi sebelum akhirnya berhenti. Tapi kini orang memakainya sesuka hati saja
So, udah ada 3 masalah, penyakit utama ga kebasmi,cara pemakaian tak benar dan pasien minum son-son terus ketika kena penyakit. Padahal efek samping son-son ini berat lho. Ketahanan tubuh menutun sehingga lebih rentan diserang kuman, moon face, pertumbuhan terhambat (makanya ga boleh dikasih ke anak-anak), tekanan darah tinggi, kelebihan gula darah dan ini yang paling penting : penurunan kortikosteroid normal tubuh
Ingat, kita punya kortikosteroid secara alami dalam tubuh. Ketika kita memakai kortikosteroid, produksi yang alami akan terhambat, dan akan timbul efek2 yang tidak dinginkan, salah satu yang paling umum adalah sindrom cushing, yang akibatnya banyak banget deh, ya bayangin aja kortikosteroid adalah salah satu hormon yang berperan dalam banyak hal, lalu pengaturannya dikacaukan, ya akibatnya parah2, browsing aja deh, efek samping son-son itu bisa menuhin sehalaman lho
Terus kenapa perhatian ke kortikosteroid ini penting, ini karena banyak banget jamu yang dicampur dengan kortikosteroid ini. Jadi klo anda minum jamu atau herbal dan efeknya langsung kerasa, langsung segar dan ngerasa sehat, cesplenglah pokoknya, curigalah, itu ada si son-son. Apalagi setelah minum jamu itu secara lama, anda merasa tulang jadi lemas, mudah sakit, badan jadi gemuk dan impoten.
so waspadalah
Selasa, 22 Maret 2011
How to choose a good Pharmacist
Memilih Apotek/Apoteker/Farmasis yang Baik versi Inggris
from http://www.jimplagakis.com/?p=3242
Test this for OTC's, see if the pharmacist can pass it
1. Ask the pharmacy where a certain OTC drug is, ask parasetamol, inza, bisolvon, OBG Combi, antangin, etc, if he/she knows and show you the way, he/she passes, but if the technician shows you, just get outta there.
2. if the pharmacist asks you why you need this drug, he/she passes, but if he/she just give it to you without asking anything, he/she fails as a pharmacist
3. The pharmacist listens to your problems and try to find the ways to get yoi otta the problem, if he/she just hear you, doesn't seem caring and just give the usual advice and answers, just open the door out
4. If the pharmacists suggests other drugs that are the same (the contents are same) or better drugs to deal with your problem, this is the pharmacy that you should be going to, if not, leave fast
For prescriptions
1. Search a pharmacy with pharmacists that counsels the patient, not just giving drugs or counseling by technicians
2. Pharmacist counsels with patience, care and not just the usual directions you can read yourself in the label. he/she counsels what you need to know, not the high language he/she has
3. The pharmacist see you in the eye and asks you to repeat his instructions (better if he/she makes notes for you)
4. Pharmacist doesn't treat you like the most idiot persin in the world, he/she respects you and talk wuth respect
tak sama persis, tapi poin2nya sama kan?
from http://www.jimplagakis.com/?p=3242
Test this for OTC's, see if the pharmacist can pass it
1. Ask the pharmacy where a certain OTC drug is, ask parasetamol, inza, bisolvon, OBG Combi, antangin, etc, if he/she knows and show you the way, he/she passes, but if the technician shows you, just get outta there.
2. if the pharmacist asks you why you need this drug, he/she passes, but if he/she just give it to you without asking anything, he/she fails as a pharmacist
3. The pharmacist listens to your problems and try to find the ways to get yoi otta the problem, if he/she just hear you, doesn't seem caring and just give the usual advice and answers, just open the door out
4. If the pharmacists suggests other drugs that are the same (the contents are same) or better drugs to deal with your problem, this is the pharmacy that you should be going to, if not, leave fast
For prescriptions
1. Search a pharmacy with pharmacists that counsels the patient, not just giving drugs or counseling by technicians
2. Pharmacist counsels with patience, care and not just the usual directions you can read yourself in the label. he/she counsels what you need to know, not the high language he/she has
3. The pharmacist see you in the eye and asks you to repeat his instructions (better if he/she makes notes for you)
4. Pharmacist doesn't treat you like the most idiot persin in the world, he/she respects you and talk wuth respect
tak sama persis, tapi poin2nya sama kan?
Senin, 21 Maret 2011
Memilih Apotek/Apoteker/Farmasis yang Baik
Dari http://www.jimplagakis.com/?p=3242
Tes ini untuk obat-obat bebas/OTC
1. Farmasis tahu dimana obat dan barang-barang lainnya, bukan si AA-nya
2. Farmasis menanyakan mengapa anda pikir anda butuh obat ini
3. Farmasis mendengarkan perkataan anda
4. Farmasis bilang obat....bukan yang terbaik, dan ada alternatif lainnya atau obatnya tak cocok
Berikutnya Untuk Resep
1. Farmasisnya mengonseling pasien
2. Farmasis mengonselimg pasien dengan sabar dan tak asal beres
3. Farmasis menatap mata anda dan menyuruh anda mengulang apa saja isi konselingnya (lebih bagus lagi kalau membuat catatan untuk anda)
4. Farmasis tidak memperlakukan anda seperti anak-anak bau kencur
Tes ini untuk obat-obat bebas/OTC
1. Farmasis tahu dimana obat dan barang-barang lainnya, bukan si AA-nya
2. Farmasis menanyakan mengapa anda pikir anda butuh obat ini
3. Farmasis mendengarkan perkataan anda
4. Farmasis bilang obat....bukan yang terbaik, dan ada alternatif lainnya atau obatnya tak cocok
Berikutnya Untuk Resep
1. Farmasisnya mengonseling pasien
2. Farmasis mengonselimg pasien dengan sabar dan tak asal beres
3. Farmasis menatap mata anda dan menyuruh anda mengulang apa saja isi konselingnya (lebih bagus lagi kalau membuat catatan untuk anda)
4. Farmasis tidak memperlakukan anda seperti anak-anak bau kencur
Sampah dan Manusia
Sampah adalah konsekuensi dari aktifitas manusia. Setiap aktivitas manusia pasti menghasilkan sampah. Saat ini, permasalahan sampah merupakan salah satu penyumbang terbesar dalam kerusakan lingkungan. Permasalahan ini terus berkembang seiring dengan dengan perumbuhan jumlah penduduk dan tingkat konsumsi manusia. Oleh karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa lepas dari gaya hidup masyarakat.
Apa itu sampah?
“Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994).
“Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).
“Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982)
“Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996)
“Sampah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang berwujud padat atau semi padat baik berupa zat organik dan atau anorganik bersifat dapat terurai maupun tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.”(Draft Naskah Akademis RUU pengelolaan sampah)
Keluarga Sampah
Secara umum jenis sampah berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi 2 yaitu sampah yaitu sampah yang dapat terurai (degradable) dan sampah yang tidak dapat terurai (undegradable).
• Sampah degradable
Sampah degradable adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/ biologis.
Contohnya adalah sisa makanan.
• Sampah undegradable
Sampah undegradable adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Contonya adalah plastic.
Apa itu sampah?
“Sampah adalah bahan yang tidak mempunyai nilai atau tidak berharga untuk maksud biasa atau utama dalam pembikinan atau pemakaian barang rusak atau bercacat dalam pembikinan manufaktur atau materi berkelebihan atau ditolak atau buangan”. (Kamus Istilah Lingkungan, 1994).
“Sampah adalah suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis.” (Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink, 1996).
“Sampah adalah sesuatu yang tidak berguna lagi, dibuang oleh pemiliknya atau pemakai semula”. (Tandjung, Dr. M.Sc., 1982)
“Sampah adalah sumberdaya yang tidak siap pakai.” (Radyastuti, W. Prof. Ir, 1996)
“Sampah adalah sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang berwujud padat atau semi padat baik berupa zat organik dan atau anorganik bersifat dapat terurai maupun tidak dapat terurai yang dianggap sudah tidak berguna lagi dan dibuang ke lingkungan.”(Draft Naskah Akademis RUU pengelolaan sampah)
Keluarga Sampah
Secara umum jenis sampah berdasarkan sifatnya dapat dibagi menjadi 2 yaitu sampah yaitu sampah yang dapat terurai (degradable) dan sampah yang tidak dapat terurai (undegradable).
• Sampah degradable
Sampah degradable adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang bisa terurai secara alamiah/ biologis.
Contohnya adalah sisa makanan.
• Sampah undegradable
Sampah undegradable adalah sampah yang terdiri dari bahan-bahan yang sulit terurai secara biologis sehingga penghancurannya membutuhkan penanganan lebih lanjut.
Contonya adalah plastic.
Langganan:
Postingan (Atom)

