Now, let's talk a bit about pharmacy history, still in the Q-A form
Q : Who is Frances Odham Kesley?
A : She's a pharmacolist, born 24 July in Canada. Famous as a FDA reviewer that refused t approve Thalidomide being marketed in USA because she had concern about it's safety.
Q : Why is it important?
A : Because at that time, the regulation about drugs are not as strong as now. You don't have to prove your drug is safe or have an effect to be marketed. the Dosage could also be made up by yourselves. This Event is a important milestone for safer, better and proven effective drugs.
Q : How about the event?
A : Dr, Kesley joined FDA in 1960 as one of the scientist group that fight so that drugs have to proven effective to be approved. There were only 11 drug reviewers at that time.
There, Richardson Merrell sent an application for thalidomide to be marketed in USA, with the trade name "Kevadon", a drug that has been widely marketed in Europe and Canada for pregnant mother's "Morning Sickness".
But, even it has been approved in many places elsewhere, Kesley refused it, and demand a further study about the safety of this drug. She kept refusing although there was a huge pressure from pharmacy industries, and the drug has been marketed worldwide.
But, history has shown that she was right. The news from europe supported her. Researches show that Thalidomide can penetrate the plasenta barrier and can cause malformation of babies. Kesley prevented that to happen in USA.
Q : Is there anymore unique things about her?
A : Although a woman, her parents sent her to a private school for boys because that's where she can get good education.
there was also this case where she was thought to be a men by Dr. Geiling, the professor that hired her for a Pharmacology work. Kesley then asked her mentor about wheteher she should take the work or not.
"Don't be silly." the mentor said. "Accept the job, write your name and the (miss) afterwards."
Kesley accepted the job without clarifying that she's a women first.
With Dr. Geiling, she finished the case about the Sulfanilamide Elixir poisoning, that was caused by the use of diethylene glycol as the solvent. Her work with Dr. Geiling got credit in teratogenik.
So, for the pharmacists/apothecary out there, please remember we are the one who guarantee the drug safety and efficacy for the patient.
from :
http://en.wikipedia.org/wiki/Frances_Oldham_Kelsey
http://www.jimplagakis.com/?s=thalidomide&x=0&y=0
Senin, 09 Mei 2011
Jumat, 06 Mei 2011
Frances Oldham Kelsey
Kali ini coba bicara mengenai sedikit sejarah farmasi, tetap dalam bentuk Q-A
Q : Siapa sih Frances Oldham Kesley?
A : lahir 24 Juli 1914 di Kanada, seorang farmakologis, terkenal sebagai reviewer FDA yang menolak Thalidomide dipasarkan karena dia memperhatikan keamanan obat
Q : Kok itu penting sih?
A : Soalnya waktu itu, adalah waktu dimana sediaan farmasi tengah kacau. Kau ga harus membuktikan obatmu punya efek ataupun aman untuk dipasarkan. bahkan dosis pun dibikin semaunya sendiri, Kejadian itu tonggak penting untuk sediaan farmasi yang lebih bermutu, aman dan berefek
Q : Gimana sih kejadiannya?
A : Dr. Kesley bergabung di FDA pada 1960 sebagai sekelompok ilmuwan yang berjuang agar obat menunjukkan bukti jelas atas keefektifannya untuk disetujui. disana cuma ada 11 pereview obat waktu itu.
waktu itu, Richardson Merrell mengirimkan aplikasi agar thalidomide bisa dipasarkan di AS, dengan nama dagang Kevadon, obat yang sudah dipasarkan secara luas di eropa dan Kanada untuk "morning Sickness" ibu hamil.
Meski sudah disetujui dimana-mana, Kesley bertahan, dan menginginkan ada studi yang lebih jauh mengenai keamanan obat ini. Padahal sudah ada tekanan yang luar biasa besar dari perusahaan farmasi, apalagi pemasarannya sudah luas.
Namun berita dari Eropa menunjukkan langkahnya benar, penelitian-penelitian menunjukkan Thalidomide dapat menembus barrier plasenta dan berefek teratogenik bagi bayi. Kesley berhasil mencegah kejadian lahirnya bayi cacat di AS
Q : Apalagi yang unik dari Kesley ini?
A : Meski seorang wanita, orang tuanya mengirimkannya ke sekolah swasta untuk laki-laki karena disanalah dia bisa dapat pendidikan yang baik.
Ada juga kejadian dimana dia dikira lelaki oleh Dr. Geiling, profesor yang akan mempekerjakannya di bidang farmakologi. Kesley lalu bertanya pada mentornya apakah dia harus mengambil pekerjaan itu atau tidak.
"Jangan jadi bodoh." katanya, "Terima pekerjaan itu, tulis namamu dan letakkan (nona) setelahnya."
jadi Kesley menerima pekerjaan itu tanpa mengklarifikasi bahwa dia seorang perempuan terlebih dahulu
Bersama Dr. Geilinglah dia mememcahkan kasus keracunan Elixir Sulfanilamida, yang ternyata disebabkan penggunaan dietilen glikol sebagai pelarut. Kerjanya bersama Geiling mendapat kredit di bidang teratogenik.
Jadi, untuk para farmasis/apoteker atau appaun namanya, ingat bahwa kita memastikan keamanan dan efektivitas obat untuk pasien.
dari :
http://en.wikipedia.org/wiki/Frances_Oldham_Kelsey
http://www.jimplagakis.com/?s=thalidomide&x=0&y=0
-
Q : Siapa sih Frances Oldham Kesley?
A : lahir 24 Juli 1914 di Kanada, seorang farmakologis, terkenal sebagai reviewer FDA yang menolak Thalidomide dipasarkan karena dia memperhatikan keamanan obat
Q : Kok itu penting sih?
A : Soalnya waktu itu, adalah waktu dimana sediaan farmasi tengah kacau. Kau ga harus membuktikan obatmu punya efek ataupun aman untuk dipasarkan. bahkan dosis pun dibikin semaunya sendiri, Kejadian itu tonggak penting untuk sediaan farmasi yang lebih bermutu, aman dan berefek
Q : Gimana sih kejadiannya?
A : Dr. Kesley bergabung di FDA pada 1960 sebagai sekelompok ilmuwan yang berjuang agar obat menunjukkan bukti jelas atas keefektifannya untuk disetujui. disana cuma ada 11 pereview obat waktu itu.
waktu itu, Richardson Merrell mengirimkan aplikasi agar thalidomide bisa dipasarkan di AS, dengan nama dagang Kevadon, obat yang sudah dipasarkan secara luas di eropa dan Kanada untuk "morning Sickness" ibu hamil.
Meski sudah disetujui dimana-mana, Kesley bertahan, dan menginginkan ada studi yang lebih jauh mengenai keamanan obat ini. Padahal sudah ada tekanan yang luar biasa besar dari perusahaan farmasi, apalagi pemasarannya sudah luas.
Namun berita dari Eropa menunjukkan langkahnya benar, penelitian-penelitian menunjukkan Thalidomide dapat menembus barrier plasenta dan berefek teratogenik bagi bayi. Kesley berhasil mencegah kejadian lahirnya bayi cacat di AS
Q : Apalagi yang unik dari Kesley ini?
A : Meski seorang wanita, orang tuanya mengirimkannya ke sekolah swasta untuk laki-laki karena disanalah dia bisa dapat pendidikan yang baik.
Ada juga kejadian dimana dia dikira lelaki oleh Dr. Geiling, profesor yang akan mempekerjakannya di bidang farmakologi. Kesley lalu bertanya pada mentornya apakah dia harus mengambil pekerjaan itu atau tidak.
"Jangan jadi bodoh." katanya, "Terima pekerjaan itu, tulis namamu dan letakkan (nona) setelahnya."
jadi Kesley menerima pekerjaan itu tanpa mengklarifikasi bahwa dia seorang perempuan terlebih dahulu
Bersama Dr. Geilinglah dia mememcahkan kasus keracunan Elixir Sulfanilamida, yang ternyata disebabkan penggunaan dietilen glikol sebagai pelarut. Kerjanya bersama Geiling mendapat kredit di bidang teratogenik.
Jadi, untuk para farmasis/apoteker atau appaun namanya, ingat bahwa kita memastikan keamanan dan efektivitas obat untuk pasien.
dari :
http://en.wikipedia.org/wiki/Frances_Oldham_Kelsey
http://www.jimplagakis.com/?s=thalidomide&x=0&y=0
-
Jangan suka merendahkan orang lain
Ini merupakan artikel yang menjadi autokritik bagi dunia farmasi sendiri. Entah kenapa sejak masuk sampai menempuh apoteker saat inim, kayanya di farmasi selalua da kubu-kubu yang selalu menyalahkan satu sama lain, dan ini tidak hanya terjadi di lingkungan Perguruan tinggi, tapi juga merembet keluar.
Pertentangan ini macam-macam, tapi ini yang paling jelas telanjang opik lihat:
Bahan kimia vs Bahan alam
Farmasi Produk vs Produk klinik
1. Bahan Kimia vs Bahan Alam
Nah, ini sih bukan hanya farmasi aja yang tengkar, yang awam-awam tengkar. kalau yang awam-awam tengkarnya sih bahwa bahan alam pasti lebih baik dari bahan kimia, karena pasti lebih aman. Tapi eits, lihat kenyataan dong, gini ya, bagian yang paling terasa beracun di antara seluruh bagian di farmasi ITB, percaya atau tidak, adalah bagian bahan alam. bau segala macam pelarut ada disana, dan boleh dibilang paling kotor diantara bagain farmasi lainnya.
Lalu Bagaimana dengan klaim keamanan. Mungkin banyak diantara kita yang baca obat-obat kimia menemukan efek samping yang rasanya hebat-hebat dan sangat wah, sehingga kita menjadi sangat takut menggunakan obat. Tapi yang bahan alam pun diserang dengan mengatakan bahwa bahan alam itu "seolah-olah" tiada efek samping karena memang tak pernah ada penelitian tentang itu, dan yang diketahui efek sampingnya disembunyikan.bagaimana jika tahu ada efek samping pada suatu bahan kalau tidak pernah diteliti?
Soal bikin sakit atau tidaknya, perlu diingat banyak bahan alam yang jadi racun, sengatan lebah, botulinum pada daging sapi, dan racun panah orang Indian itu apa ga dari bahan alam? bahan kimai diserang bahwa mereka bisa buat hati dan ginjal rusak, tapi toh para pegonsumsi jamu juga harus ingat bahwa banyak pasien yang dirawat di RS yang jebol ginjal dan hatinya karena banyak minum jamu.
Lalu berkenaan dengan keilmiahan. opik kutip perkataan dosen saja, dosen opik waktu itu kesal karena yang milih farmasi kimia sebagai tempat TA lebih sedikit dibandingkan dengan yang bahan alam, jadi keluar ucapannya "kenapa sebuah tempat yang meneliti bahan yang sudah jelas bisa kalah dari tempat yang cuma bekal keberuntungan dan kocok-kocok doang." Keilmiahan bahan alam memang di posisi yang suliyt, karena mereka tak melalui studi yang benar-benar ketat seperti bahan kimia dan kandungannya banyak sehingga membingungkan, bagaimana bisa dibuat hubungan efeknya dengan kandungan yang begitu beragam dan seringkali tak seragam antara sampel kesatu dengan sampel berikutnya.
Ini bermasalah lho, karena sudah banyak contoh bahwa beda tempat, cuaca dan musim bisa membuat kandungan bahan alam berubah, contohnya jahe, ada perusahaan yang biasa mesan jahe dari A berubah mesen ke B, dan ternyata kandungannya 2x lipat yang tak disadari dari awal, ini kan bisa bikin keracunan.
2. Produk vs Pelayanan
Klo produk dibilangin orang-orang yang cuma berada di belakang, maka orang-orang farmasi klinik dibilang tukang obat.
Ngapain bikin produk yang bagus-bagus kalau ga ada yang mau makai...balasannya...Masa namanya farmasi tapi ga bisa buat obat?.
Kalau produk dibilang hanya melakukan pekerjaan sama yang beruangkali dan inovasinya tiada...maka orang-orang pelayanan dibilang orang kurang kerjaan karena stres ga ada pekerjaan.
dan ini kelihatan kok kalau liat mereka bertemu. Apa di farmasi diajarkan egoisme dan golongan mereka adalah yang terbaik? soalnya lihta pelajaran dan kuliahnya saja seperti itu, kenapa sih ga bisa gandeng tangan sama-sama. Kok bisa ada kuliah yang ninggiin RS dan ngerendahin apotek. ini kan udah ga bener. ya panjtes aja farmasi ga maju-maju karena seringnya tengkar antar sesama.
ohya, ini salah satu link dari luar yang bagus
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.2042-7166.2010.01052.x/full
merendahkan sekali bahan alam
Pertentangan ini macam-macam, tapi ini yang paling jelas telanjang opik lihat:
Bahan kimia vs Bahan alam
Farmasi Produk vs Produk klinik
1. Bahan Kimia vs Bahan Alam
Nah, ini sih bukan hanya farmasi aja yang tengkar, yang awam-awam tengkar. kalau yang awam-awam tengkarnya sih bahwa bahan alam pasti lebih baik dari bahan kimia, karena pasti lebih aman. Tapi eits, lihat kenyataan dong, gini ya, bagian yang paling terasa beracun di antara seluruh bagian di farmasi ITB, percaya atau tidak, adalah bagian bahan alam. bau segala macam pelarut ada disana, dan boleh dibilang paling kotor diantara bagain farmasi lainnya.
Lalu Bagaimana dengan klaim keamanan. Mungkin banyak diantara kita yang baca obat-obat kimia menemukan efek samping yang rasanya hebat-hebat dan sangat wah, sehingga kita menjadi sangat takut menggunakan obat. Tapi yang bahan alam pun diserang dengan mengatakan bahwa bahan alam itu "seolah-olah" tiada efek samping karena memang tak pernah ada penelitian tentang itu, dan yang diketahui efek sampingnya disembunyikan.bagaimana jika tahu ada efek samping pada suatu bahan kalau tidak pernah diteliti?
Soal bikin sakit atau tidaknya, perlu diingat banyak bahan alam yang jadi racun, sengatan lebah, botulinum pada daging sapi, dan racun panah orang Indian itu apa ga dari bahan alam? bahan kimai diserang bahwa mereka bisa buat hati dan ginjal rusak, tapi toh para pegonsumsi jamu juga harus ingat bahwa banyak pasien yang dirawat di RS yang jebol ginjal dan hatinya karena banyak minum jamu.
Lalu berkenaan dengan keilmiahan. opik kutip perkataan dosen saja, dosen opik waktu itu kesal karena yang milih farmasi kimia sebagai tempat TA lebih sedikit dibandingkan dengan yang bahan alam, jadi keluar ucapannya "kenapa sebuah tempat yang meneliti bahan yang sudah jelas bisa kalah dari tempat yang cuma bekal keberuntungan dan kocok-kocok doang." Keilmiahan bahan alam memang di posisi yang suliyt, karena mereka tak melalui studi yang benar-benar ketat seperti bahan kimia dan kandungannya banyak sehingga membingungkan, bagaimana bisa dibuat hubungan efeknya dengan kandungan yang begitu beragam dan seringkali tak seragam antara sampel kesatu dengan sampel berikutnya.
Ini bermasalah lho, karena sudah banyak contoh bahwa beda tempat, cuaca dan musim bisa membuat kandungan bahan alam berubah, contohnya jahe, ada perusahaan yang biasa mesan jahe dari A berubah mesen ke B, dan ternyata kandungannya 2x lipat yang tak disadari dari awal, ini kan bisa bikin keracunan.
2. Produk vs Pelayanan
Klo produk dibilangin orang-orang yang cuma berada di belakang, maka orang-orang farmasi klinik dibilang tukang obat.
Ngapain bikin produk yang bagus-bagus kalau ga ada yang mau makai...balasannya...Masa namanya farmasi tapi ga bisa buat obat?.
Kalau produk dibilang hanya melakukan pekerjaan sama yang beruangkali dan inovasinya tiada...maka orang-orang pelayanan dibilang orang kurang kerjaan karena stres ga ada pekerjaan.
dan ini kelihatan kok kalau liat mereka bertemu. Apa di farmasi diajarkan egoisme dan golongan mereka adalah yang terbaik? soalnya lihta pelajaran dan kuliahnya saja seperti itu, kenapa sih ga bisa gandeng tangan sama-sama. Kok bisa ada kuliah yang ninggiin RS dan ngerendahin apotek. ini kan udah ga bener. ya panjtes aja farmasi ga maju-maju karena seringnya tengkar antar sesama.
ohya, ini salah satu link dari luar yang bagus
http://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.2042-7166.2010.01052.x/full
merendahkan sekali bahan alam
DOTS TBC (eng ver)
This time, i decide to use the Q-A shape, it's more easier to read and understand
Q : What is DOTS TB?
A : DOTS TB is a goverment program to eradicate tuberculosis, it stands for Tuberculosis Directly Observed Treatment Short Course
Q : What is TB?
A : Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is caused by the Mycobacterium tuberculosis bactery.
Q : I heard there's a bone TB disease. Doesn't TB only infect the lung?
A : Wrong. TB usually does infect the lung because it's the organ that faces the outer environment, but Mycobacterium tuberculosis can also attack other organs. Opik had a lecture from a RSHS docter that found cases where TB struck bones, brain, testis, skin, stomach, lymph node, etc. So be carefull if you have an open wound, it can be an entrance for Mycobacterium tuberculosis.
Q : How does TB spread?
A : They usually by droplet, the small drops that you blow when you cough or breath. The funny thing is, even the size of Mycobacterium tuberculosis is big, it rides the small droplets, while flu viruses ride the big ones. No wonder the spreading can be far away.
Q : I have many people around me have TB, but why I'm not? Am I immune?
A : There are many people with TB but aren't sick. From the lecture opik had, 1/3 people in indonesia has been infected with droplets. only 1/3 of that get an infectious TB and only 5% from those 1/3 get the real TB. This is because our immune system keep them in check, so a granuloma is formed. As long as the immune system is in good condition and Mycobacterium tuberculosis is dormant (sleeping), the TB won't surface.
Q : If I have TB, can I be healthy again?
A : Ofcourse you can , if you follow the medication with compliance and untill it's finished. Don't stop in the middle please.
Q : How do we cure the disease?
A : Well, with the DOTS, it depends on the patient, is he a first timer, has had a TB in the past, or problematic resistent one.
Q : If the patient has got the TB for the first time, what is the cure?
A : for the first two months, consume these drugs every day:
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
-PZA (Pirazinamid) (Z)
-EMB (Etambutol) (E)
Then test your sputum, is it positive or negative. If it's still positive, continue consuming the drugs for 1 month. If it's negative, continue to stage 2
At stage 2, for the next 4 month's, consume these drugs 3 times a week :
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
Q : How about patients that had TB before?
A : For the first two months, use these drugs everyday:
-(H)
-(R)
-(Z)
-(E)
-SM (Streptomisin) (S)-this one will be injected
and then test the sputum at the end of the second month, is it positive or negative. If it's still positive, continue using R,H,E,and Z for 1 month. If it's negative, continue to stage 2.
At stage 2, for the next 5 monts, use these drugs 3 times a week :
-(H)
-(R)
-(E)
Q : How about children?
A : For kids, you cannot give them ethambutol, because it will damage their eye. For the first two months, use these drugs everyday :
-(H)
-(R)
-(Z)
dan then continue to satge 2, where for the next 4 months, use these drugs everyday:
-(H)
-(R)
Q : How much is the dosage of these TB drugs?
A :
Q : how does these drugs work?
A : in short they work like this
-Isoniazid
killing the bacteries that are active multiplicating
-Rifampisin
killing semi dormant bacteries
-Etambutol
make the bacteries quiet
-Pirazinamid
Kill the bacteries in acid
-Streptomisin
for relapse/fail cases
for more explanation, just see wikipedia
Q : I heard there are other drugs for TB, how about it?
A : there are. The drugs that I have esplained are the first line drugs for TB, there are also second liners like:
-Aminoglikosida (kanamisin dan amikasin)
-Polipeptida (kapreomisin, PAS, sikloserin)
-Tioamida (etionamida dan protionamida)
-Fluorokuinolon (moksifloksasin,levofloksasin dan gatifloksasin).
There's also a research by prof. Elin Yulinah Sukandar in the Cibadak Lung Hospital where it is discovered that mengkudu and ginger can be used to cure TB, but she didnt give the strength and frequency of the drug use. But it's said that Kimia farma or Kalbe Farma will be releasing the product, named fortibi.
Q : Why should we cure TB with DOTS?
A :
-Individual drug can't kill the resistant bactery, resulting in failure eliminating the disease.
-There's another TB bacteria population (that shows a different pattern in it's drug response) in the patient
-COmbination Theraphy and the newer drug that is more effective can considerably control the disease because even the bacteria is resistant to one drug, it isn't resistant to the other drugs.
Also, it's better to use the first liners first, because it's potent, cheap and the therapy duration is short. But if there's a problem ( like allergy and resistance), then the second liners can be used.
The second liners are more toxic, more expensive, less effective, should be monitored, and the therapy duration is longer. There are also stories from doctors about patients that have hallucination, sing a song and dance by themselves, having amnesia and such things. And remember, most of them should be injected.
Q : How about the cost? is it expensive?
A : No, it;s cheap, and because it's indonesia national program, you could get them for free. Except for the second liners, that some are not covered.
Q : Why are there cases where the TB therapy doesn't follow these guides? like doctor's prescription that aren't like what you say and patients that stop before finishing.
A : Yup, that's a deviation. If there are no problems, the guide above should be followed, because there is a possiblity a resistance problem emerge and the disease become immune and furious. Patients should also remember that the Mycobacterium tuberculosis is still there even if he feel's that he is already healthy, and it wait's to attack again, so it should be cured until the end.
Q : Are there problem that should be considered?
A : Yes, Rifampisin will make your urine red, but only that, so don't worry. Etambutol can also cause your view become blurry. INH depletes your B6 vitamins, so you should eat foods or drink containing it more or supplements. And, pregnant or breast feeding moms are safe to use these TB drugs, except streptomisin. The baby that is nursed should get INH to prevent it getting TB from it's mom.
-from ITB and guest lectures in the ITB apothecary program.
Q : What is DOTS TB?
A : DOTS TB is a goverment program to eradicate tuberculosis, it stands for Tuberculosis Directly Observed Treatment Short Course
Q : What is TB?
A : Tuberculosis (TB) is an infectious disease that is caused by the Mycobacterium tuberculosis bactery.
Q : I heard there's a bone TB disease. Doesn't TB only infect the lung?
A : Wrong. TB usually does infect the lung because it's the organ that faces the outer environment, but Mycobacterium tuberculosis can also attack other organs. Opik had a lecture from a RSHS docter that found cases where TB struck bones, brain, testis, skin, stomach, lymph node, etc. So be carefull if you have an open wound, it can be an entrance for Mycobacterium tuberculosis.
Q : How does TB spread?
A : They usually by droplet, the small drops that you blow when you cough or breath. The funny thing is, even the size of Mycobacterium tuberculosis is big, it rides the small droplets, while flu viruses ride the big ones. No wonder the spreading can be far away.
Q : I have many people around me have TB, but why I'm not? Am I immune?
A : There are many people with TB but aren't sick. From the lecture opik had, 1/3 people in indonesia has been infected with droplets. only 1/3 of that get an infectious TB and only 5% from those 1/3 get the real TB. This is because our immune system keep them in check, so a granuloma is formed. As long as the immune system is in good condition and Mycobacterium tuberculosis is dormant (sleeping), the TB won't surface.
Q : If I have TB, can I be healthy again?
A : Ofcourse you can , if you follow the medication with compliance and untill it's finished. Don't stop in the middle please.
Q : How do we cure the disease?
A : Well, with the DOTS, it depends on the patient, is he a first timer, has had a TB in the past, or problematic resistent one.
Q : If the patient has got the TB for the first time, what is the cure?
A : for the first two months, consume these drugs every day:
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
-PZA (Pirazinamid) (Z)
-EMB (Etambutol) (E)
Then test your sputum, is it positive or negative. If it's still positive, continue consuming the drugs for 1 month. If it's negative, continue to stage 2
At stage 2, for the next 4 month's, consume these drugs 3 times a week :
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
Q : How about patients that had TB before?
A : For the first two months, use these drugs everyday:
-(H)
-(R)
-(Z)
-(E)
-SM (Streptomisin) (S)-this one will be injected
and then test the sputum at the end of the second month, is it positive or negative. If it's still positive, continue using R,H,E,and Z for 1 month. If it's negative, continue to stage 2.
At stage 2, for the next 5 monts, use these drugs 3 times a week :
-(H)
-(R)
-(E)
Q : How about children?
A : For kids, you cannot give them ethambutol, because it will damage their eye. For the first two months, use these drugs everyday :
-(H)
-(R)
-(Z)
dan then continue to satge 2, where for the next 4 months, use these drugs everyday:
-(H)
-(R)
Q : How much is the dosage of these TB drugs?
A :
Q : how does these drugs work?
A : in short they work like this
-Isoniazid
killing the bacteries that are active multiplicating
-Rifampisin
killing semi dormant bacteries
-Etambutol
make the bacteries quiet
-Pirazinamid
Kill the bacteries in acid
-Streptomisin
for relapse/fail cases
for more explanation, just see wikipedia
Q : I heard there are other drugs for TB, how about it?
A : there are. The drugs that I have esplained are the first line drugs for TB, there are also second liners like:
-Aminoglikosida (kanamisin dan amikasin)
-Polipeptida (kapreomisin, PAS, sikloserin)
-Tioamida (etionamida dan protionamida)
-Fluorokuinolon (moksifloksasin,levofloksasin dan gatifloksasin).
There's also a research by prof. Elin Yulinah Sukandar in the Cibadak Lung Hospital where it is discovered that mengkudu and ginger can be used to cure TB, but she didnt give the strength and frequency of the drug use. But it's said that Kimia farma or Kalbe Farma will be releasing the product, named fortibi.
Q : Why should we cure TB with DOTS?
A :
-Individual drug can't kill the resistant bactery, resulting in failure eliminating the disease.
-There's another TB bacteria population (that shows a different pattern in it's drug response) in the patient
-COmbination Theraphy and the newer drug that is more effective can considerably control the disease because even the bacteria is resistant to one drug, it isn't resistant to the other drugs.
Also, it's better to use the first liners first, because it's potent, cheap and the therapy duration is short. But if there's a problem ( like allergy and resistance), then the second liners can be used.
The second liners are more toxic, more expensive, less effective, should be monitored, and the therapy duration is longer. There are also stories from doctors about patients that have hallucination, sing a song and dance by themselves, having amnesia and such things. And remember, most of them should be injected.
Q : How about the cost? is it expensive?
A : No, it;s cheap, and because it's indonesia national program, you could get them for free. Except for the second liners, that some are not covered.
Q : Why are there cases where the TB therapy doesn't follow these guides? like doctor's prescription that aren't like what you say and patients that stop before finishing.
A : Yup, that's a deviation. If there are no problems, the guide above should be followed, because there is a possiblity a resistance problem emerge and the disease become immune and furious. Patients should also remember that the Mycobacterium tuberculosis is still there even if he feel's that he is already healthy, and it wait's to attack again, so it should be cured until the end.
Q : Are there problem that should be considered?
A : Yes, Rifampisin will make your urine red, but only that, so don't worry. Etambutol can also cause your view become blurry. INH depletes your B6 vitamins, so you should eat foods or drink containing it more or supplements. And, pregnant or breast feeding moms are safe to use these TB drugs, except streptomisin. The baby that is nursed should get INH to prevent it getting TB from it's mom.
-from ITB and guest lectures in the ITB apothecary program.
Senin, 02 Mei 2011
DOTS TBC
kali ini bentuknya jadi tanya jawab aja deh, biar gampang.
Q : DOTS TBC/TB itu apa sih?
A : DOTS TB adalah program pemerintah indonesia untuk memberantas penyakit tuberkulosis, kependekan dari Tuberculosis Directly Observed Treatment Short Course.
Q : Emang TB itu apa?
A : Tuberculosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Q : Kok ada katanya TB tulang ya? Bukannya TB cuma nyerang paru-paru aja?
A : Salah. TB memang biasanya menyerang paru-paru karena paru-paru berhubungan dengan udara luar, tapi Mycobacterium tuberculosis juga bisa nyerang organ lain. Opik dapat kuliah dari dokter di RSHS yang menemukan kasus dimana TB nyerang tulang, otah, buah zakar, kulit, jaringan perut, dll. Makanya hati-hati kalau ada luka terbuka, itu bisa jadi salah satu jalan masuk Mycobacterium tuberculosis lho.
Q : Gimana sih cara penyebaran TB?
A : Secara umum, lewat droplet, yaitu butiran-butiran kecil dahak yang tersembur ketika bernapas atau batuk. Ini yang unik, meski ukuran Mycobacterium tuberculosisbesar-besar, dia numpang pada droplet-droplet yang kecil-kecil, sedangkan virus flu numpangnya di droplet yang gede-gede. Karena numpangnya di droplet yang kecil, penyebarannya bisa jauh.
Q : Di sekitar saya banyak orang yang kena TB, saya kok ga kena? apa saya kebal?
A : Memang banyak orang bawa penyakit TB tapi ga sakit. Dari kulaih yang opik dapat, diperkirakan sepertiga orang di Indonesia kena sebaran TB, sepertiga dari itu kuman TB-nya menginfeksi, tapi hanya 5% dari 1/3 itu yang ada gejala TB-nya. Ini karena ada sistem imun tubuh, jadi nanti terbentuk suatu bada yang dinamakn granuloma. Selama sistem imun tubuh bagus dan Mycobacterium tuberculosis dalam keadaan dormant (tidur), gejala TB ga bakal nampak.
Q : Kalau misalnya sakit TB, bisa sembuh ga sih?
A : sangat bisa, asal mau mengikuti pengobatan secara benar dan tuntas.
Q : Cara mengobati penyakitnya bagaimana?
A : ya dengan program DOTS tadi, tergantung pasiennya pasien baru kena TB, pernah sakit TB, atau resisten.
Q : Kalau misalnya pasien baru kena TB, cara ngobatinnya bagaimana?
A : Untuk 2 bulan pertama, setiap hari minum obat sbb:
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
-PZA (Pirazinamid) (Z)
-EMB (Etambutol) (E)
lalu dites dahaknya, apakah masih positif atau sudah negatif. kalau masih positif, diteruskan minum obatnya selama 1 bulan. Kalau negatif diteruskan ke tahap 2
Pada tahap 2, untuk 4 bulan berikutnya, minum obatnya 3 kali dalam seminggu, yaitu :
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
Q : Kalau pasien sudah pernah kena TB?
A : Untuk 2 bulan pertama, setiap hari dapat obat sbb:
-(H)
-(R)
-(Z)
-(E)
-SM (Streptomisin) (S)-ini harus diinjeksikan
lalu dites dahaknya, apakah masih positif atau sudah negatif. kalau masih positif, diteruskan minum R,H,E,Z selama 1 bulan. Kalau negatif diteruskan ke tahap 2
Pada tahap 2, untuk 5 bulan berikutnya, minum obatnya 3 kali dalam seminggu, yaitu :
-(H)
-(R)
-(E)
Q : Kalau untuk anak-anak?
A : Untuk anak, ga boleh dikasih etambutol, soalnya bikin mata rusak.Untuk 2 bulan pertama, setiap hari dapat obat sbb:
-(H)
-(R)
-(Z)
dan langsung masuk tahap 2, untuk 4 bulan berikutnya, minum obatnya 3setiap hari, yaitu :
-(H)
-(R)
Q : Dosis/jumlah obat yang dipakai berapa?
A :
Q : Kerja obat-obatan di atas gimana sih?
A : Singkatnya begini :
-Isoniazid
Membunuh kuman yg sdg aktif berkembang
-Rifampisin
Membunuh kuman semi-dormant
-Etambutol
Melumpuhkan kuman
-Pirazinamid
Membunuh kuman dlm sel suasana asam
-Streptomisin
Untuk kasus kambuh/gagal
Kalau untuk penjelasan lebih lanjut, ke wikipedia aja
Q : saya dengar Ada obat-obat lain untuk TB, itu bagaimana?
A : Memang ada. Obat-obatan yang tadi adalah lini pertama untuk TB, ada juga obat2 lini kedua seperti:
-Aminoglikosida (kanamisin dan amikasin)
-Polipeptida (kapreomisin, PAS, sikloserin)
-Tioamida (etionamida dan protionamida)
-Fluorokuinolon (moksifloksasin,levofloksasin dan gatifloksasin).
Selain itu, ada pula penelitian oleh prof Elin Yulinah Sukandar di RS paru Cibadak yang menemukan bahwa mengkudu dan jahe dapat dipakai untuk menyembuhkan TB, sayang dosis dan frekuensinya dirahasiakan, tapi katanya Kalbe atau Kimia farma udah ngeluarin produknya, namanya fortibi.
Q : Kenapa sih ngobatin TB harus pakai DOTS?
A : -Obat tunggal tdk membunuh kuman yg resisten sehingga akan gagal mengeliminasi penyakit
-Adanya populasi kuman TB lain (yg memperlihatkan pola yg berbeda dlm merespon Obat) terdapat pd pasien.
-Sejak ditemukannya Obat pertama, mulai timbul kuman resisten terhadap obat.
-Kombinasi terapi dan adanya obat baru yg lebih efektif cukup dpt mengontrol penyakit karena meski kuman resisten terhadap satu obat, dia tidak resisten pada obat lainnya.
Selain itu lebih baik pakai yang lini pertama dulu, karena obatnya bagus, murah, dan lama pengobatannya singkat. Cuma kalau ada masalah (misalnya alergi dan reasistensi) apa boleh buat, obat lini kedua diapakai
Kalau udah masuk lini kedua, Pengobatan lebih lama, Lebih Toksik, Lebih Mahal,Kurang efektif dr lini 1, Hrs diawasi langsung. Dokter yang beri kuliah cerita ada pasien yang berhalunisasi, bernyanyi-nyanyi ama nari-nari sendiri ketika diberi obat lini kedua. Apalagi banyak yang harus disuntik.
Q : Biaya pengobatannya gimana? mahal ga?
A : Tidak, murah malah, bahkan ada yang gratis. Tanya aja ke puskesmas atau RS. Di RS Hasan Sadikin gratis tuh. kecuali untuk obat selain lini pertama
Q : Kok banyak kejadian yang menyimpang dari ini ya? Kaya resep dokter lain dari yang diatas atau ada pasien yang berhenti sebelum selesai.
A : Ya, itu adalah penyimpangan. Kalau tidak ada masalah, panduan diatas harus dituruti, karena takutnya akan timbul masalah resistensi dan penyakitnya jadi kebal bin ganas. Pasien juga harus ingat bahwa Mycobacterium tuberculosis masih ada meski dia merasa sudah sehat, dan menunggu untuk kambuh, sehingga harus diobati sampai tuntas.
Q : Apakah ada masalah yang harus diperhatikan?
A : Ya, rifampisin bakal menyebabkan urin anda merah, tapi ga usah khawatir. Etambutol juga bisa menyebabkan pandangan kabur. Ohya, ibu hamil dan meyusui aman minum obat TB lini pertama, kecuali streptomisin
-dikutip dari kuliah-kuliah tamu dari RSHS dan ITB sendiri pada program Apoteker ITB
Q : DOTS TBC/TB itu apa sih?
A : DOTS TB adalah program pemerintah indonesia untuk memberantas penyakit tuberkulosis, kependekan dari Tuberculosis Directly Observed Treatment Short Course.
Q : Emang TB itu apa?
A : Tuberculosis (TB) adalah suatu penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis.
Q : Kok ada katanya TB tulang ya? Bukannya TB cuma nyerang paru-paru aja?
A : Salah. TB memang biasanya menyerang paru-paru karena paru-paru berhubungan dengan udara luar, tapi Mycobacterium tuberculosis juga bisa nyerang organ lain. Opik dapat kuliah dari dokter di RSHS yang menemukan kasus dimana TB nyerang tulang, otah, buah zakar, kulit, jaringan perut, dll. Makanya hati-hati kalau ada luka terbuka, itu bisa jadi salah satu jalan masuk Mycobacterium tuberculosis lho.
Q : Gimana sih cara penyebaran TB?
A : Secara umum, lewat droplet, yaitu butiran-butiran kecil dahak yang tersembur ketika bernapas atau batuk. Ini yang unik, meski ukuran Mycobacterium tuberculosisbesar-besar, dia numpang pada droplet-droplet yang kecil-kecil, sedangkan virus flu numpangnya di droplet yang gede-gede. Karena numpangnya di droplet yang kecil, penyebarannya bisa jauh.
Q : Di sekitar saya banyak orang yang kena TB, saya kok ga kena? apa saya kebal?
A : Memang banyak orang bawa penyakit TB tapi ga sakit. Dari kulaih yang opik dapat, diperkirakan sepertiga orang di Indonesia kena sebaran TB, sepertiga dari itu kuman TB-nya menginfeksi, tapi hanya 5% dari 1/3 itu yang ada gejala TB-nya. Ini karena ada sistem imun tubuh, jadi nanti terbentuk suatu bada yang dinamakn granuloma. Selama sistem imun tubuh bagus dan Mycobacterium tuberculosis dalam keadaan dormant (tidur), gejala TB ga bakal nampak.
Q : Kalau misalnya sakit TB, bisa sembuh ga sih?
A : sangat bisa, asal mau mengikuti pengobatan secara benar dan tuntas.
Q : Cara mengobati penyakitnya bagaimana?
A : ya dengan program DOTS tadi, tergantung pasiennya pasien baru kena TB, pernah sakit TB, atau resisten.
Q : Kalau misalnya pasien baru kena TB, cara ngobatinnya bagaimana?
A : Untuk 2 bulan pertama, setiap hari minum obat sbb:
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
-PZA (Pirazinamid) (Z)
-EMB (Etambutol) (E)
lalu dites dahaknya, apakah masih positif atau sudah negatif. kalau masih positif, diteruskan minum obatnya selama 1 bulan. Kalau negatif diteruskan ke tahap 2
Pada tahap 2, untuk 4 bulan berikutnya, minum obatnya 3 kali dalam seminggu, yaitu :
-INH (Isoniazid) (H)
-RIF (Rifampisin) (R)
Q : Kalau pasien sudah pernah kena TB?
A : Untuk 2 bulan pertama, setiap hari dapat obat sbb:
-(H)
-(R)
-(Z)
-(E)
-SM (Streptomisin) (S)-ini harus diinjeksikan
lalu dites dahaknya, apakah masih positif atau sudah negatif. kalau masih positif, diteruskan minum R,H,E,Z selama 1 bulan. Kalau negatif diteruskan ke tahap 2
Pada tahap 2, untuk 5 bulan berikutnya, minum obatnya 3 kali dalam seminggu, yaitu :
-(H)
-(R)
-(E)
Q : Kalau untuk anak-anak?
A : Untuk anak, ga boleh dikasih etambutol, soalnya bikin mata rusak.Untuk 2 bulan pertama, setiap hari dapat obat sbb:
-(H)
-(R)
-(Z)
dan langsung masuk tahap 2, untuk 4 bulan berikutnya, minum obatnya 3setiap hari, yaitu :
-(H)
-(R)
Q : Dosis/jumlah obat yang dipakai berapa?
A :
Q : Kerja obat-obatan di atas gimana sih?
A : Singkatnya begini :
-Isoniazid
Membunuh kuman yg sdg aktif berkembang
-Rifampisin
Membunuh kuman semi-dormant
-Etambutol
Melumpuhkan kuman
-Pirazinamid
Membunuh kuman dlm sel suasana asam
-Streptomisin
Untuk kasus kambuh/gagal
Kalau untuk penjelasan lebih lanjut, ke wikipedia aja
Q : saya dengar Ada obat-obat lain untuk TB, itu bagaimana?
A : Memang ada. Obat-obatan yang tadi adalah lini pertama untuk TB, ada juga obat2 lini kedua seperti:
-Aminoglikosida (kanamisin dan amikasin)
-Polipeptida (kapreomisin, PAS, sikloserin)
-Tioamida (etionamida dan protionamida)
-Fluorokuinolon (moksifloksasin,levofloksasin dan gatifloksasin).
Selain itu, ada pula penelitian oleh prof Elin Yulinah Sukandar di RS paru Cibadak yang menemukan bahwa mengkudu dan jahe dapat dipakai untuk menyembuhkan TB, sayang dosis dan frekuensinya dirahasiakan, tapi katanya Kalbe atau Kimia farma udah ngeluarin produknya, namanya fortibi.
Q : Kenapa sih ngobatin TB harus pakai DOTS?
A : -Obat tunggal tdk membunuh kuman yg resisten sehingga akan gagal mengeliminasi penyakit
-Adanya populasi kuman TB lain (yg memperlihatkan pola yg berbeda dlm merespon Obat) terdapat pd pasien.
-Sejak ditemukannya Obat pertama, mulai timbul kuman resisten terhadap obat.
-Kombinasi terapi dan adanya obat baru yg lebih efektif cukup dpt mengontrol penyakit karena meski kuman resisten terhadap satu obat, dia tidak resisten pada obat lainnya.
Selain itu lebih baik pakai yang lini pertama dulu, karena obatnya bagus, murah, dan lama pengobatannya singkat. Cuma kalau ada masalah (misalnya alergi dan reasistensi) apa boleh buat, obat lini kedua diapakai
Kalau udah masuk lini kedua, Pengobatan lebih lama, Lebih Toksik, Lebih Mahal,Kurang efektif dr lini 1, Hrs diawasi langsung. Dokter yang beri kuliah cerita ada pasien yang berhalunisasi, bernyanyi-nyanyi ama nari-nari sendiri ketika diberi obat lini kedua. Apalagi banyak yang harus disuntik.
Q : Biaya pengobatannya gimana? mahal ga?
A : Tidak, murah malah, bahkan ada yang gratis. Tanya aja ke puskesmas atau RS. Di RS Hasan Sadikin gratis tuh. kecuali untuk obat selain lini pertama
Q : Kok banyak kejadian yang menyimpang dari ini ya? Kaya resep dokter lain dari yang diatas atau ada pasien yang berhenti sebelum selesai.
A : Ya, itu adalah penyimpangan. Kalau tidak ada masalah, panduan diatas harus dituruti, karena takutnya akan timbul masalah resistensi dan penyakitnya jadi kebal bin ganas. Pasien juga harus ingat bahwa Mycobacterium tuberculosis masih ada meski dia merasa sudah sehat, dan menunggu untuk kambuh, sehingga harus diobati sampai tuntas.
Q : Apakah ada masalah yang harus diperhatikan?
A : Ya, rifampisin bakal menyebabkan urin anda merah, tapi ga usah khawatir. Etambutol juga bisa menyebabkan pandangan kabur. Ohya, ibu hamil dan meyusui aman minum obat TB lini pertama, kecuali streptomisin
-dikutip dari kuliah-kuliah tamu dari RSHS dan ITB sendiri pada program Apoteker ITB
Rabu, 13 April 2011
Ada apa dengan bahan alam?
ini akan singkat-singkat saja. Ini cuma sekedar berbagi soal herbal yang opik dapetin selama ini.
bahan herbal itu memusingkan karena ada banyak zat yang terkandung di dalamnya jadi sifat keselutuhan dari bahan alam tersebut kadang-kadang (eh, sering malah) ga tergambarkan dari zat yang dianggap bertanggung jawab terhadap aktivitas.
Misalnya saja zat-zat anti oksidan dalam kurkuma, kan ada kurkumin, xantarizol, dll. Mereka kan ada sifat antioksidan dan sangat mudah teroksidasi, tapi klo mereka bersama-sama, mereka saling menguatkan dan menjadi ga mudah teroksidasi.
contoh lain adalah genistein di kedelai.Ini dapat dari Kedelai klo kita makan secara langsung, ga akan mempengaruhi enzim di hati, tapi klo kita makan zat hasil isolasinya, genistein, enzim hati bakal terpengaruh. bikin pusing kan?
Kemudian contoh yang terakhir, efek bahan herbal akan meningkat sejalan dengan penambahan konsumsinya, tapi di titik tertentu dia akan menurun. sampai sekarang opik belum tahu apa sebabnya, belum dikasih jawaban ama dosen. opik nebak2 itu karena absorpsi berkurang atau tubuh ga kuat nampung lagi sehingga dieliminasi lebih cepat ketika di salurn cerna.
bahan herbal itu memusingkan karena ada banyak zat yang terkandung di dalamnya jadi sifat keselutuhan dari bahan alam tersebut kadang-kadang (eh, sering malah) ga tergambarkan dari zat yang dianggap bertanggung jawab terhadap aktivitas.
Misalnya saja zat-zat anti oksidan dalam kurkuma, kan ada kurkumin, xantarizol, dll. Mereka kan ada sifat antioksidan dan sangat mudah teroksidasi, tapi klo mereka bersama-sama, mereka saling menguatkan dan menjadi ga mudah teroksidasi.
contoh lain adalah genistein di kedelai.Ini dapat dari Kedelai klo kita makan secara langsung, ga akan mempengaruhi enzim di hati, tapi klo kita makan zat hasil isolasinya, genistein, enzim hati bakal terpengaruh. bikin pusing kan?
Kemudian contoh yang terakhir, efek bahan herbal akan meningkat sejalan dengan penambahan konsumsinya, tapi di titik tertentu dia akan menurun. sampai sekarang opik belum tahu apa sebabnya, belum dikasih jawaban ama dosen. opik nebak2 itu karena absorpsi berkurang atau tubuh ga kuat nampung lagi sehingga dieliminasi lebih cepat ketika di salurn cerna.
Jumat, 08 April 2011
Kok baru nyadar?
Ini Cerita pas kelas 2 SMA. Masa-masa yang paling menyenangkan di SMA, klo kelas 1 baru mulai kenal dan menyesuaikan diri, klo kelas 3 udah mulai sibuk mikiran ujian dan masa depan, nah, di kelas 2 inilah kami bermain dan berperilaku sebebas-beasnya. Bisa dibilang itulah masa-masa paling nakal dari kami. Di SMA kami, kelas 2 adalah masa yang paling sibuk sekaligus menyenangkan, hampir semua pengurus kegiatan-kegiatan sekolah adalah kelas 2, klo masih kelas 1 sih cuma jadi anggota, klo kelas 3 lebih sebagai pendamping.
Nah, cerita yang ini terkait dengan seorang guru. Kelas kami termasuk kelas yang ribut, opik duduk di bangku paling belakang dan waktu itu adalah ketua kelas. Kelas kami biasanya sangat ribut karena banyak orang ngobrol dan membentuk kelompok sendiri, opik sendiri biasanya sering main kartu yu gi oh dengan beberapa teman.
Meski kelas ribut, biasanya agak reda kalau ada guru yang masuk, namun khusus untuk guru satu ini, kelas tetap ribut. Dia memang termasuk salah seorang guru yang kurang diperhatikan, padahal opik akui, cara mengajarnya bagus, sebab dia itu bisa dengan gampang mengambil inti-inti dari buku teks pelajaran,yang tebal pisan, jadi sangat ringkas dan mudah dimengerti, tapi yang diajar paling barisan paling depan, sisanya ke belakang mah ribut dan sibuk sendiri.
Nah, sebenarnya guru tersebut sangat merasa tidak enak dengan kelakuan kami tersebut. Beberapa kali dia menegur, namun kami anggap angin lalu, yaiyalah, negurnya terlalu lembut dan emang ga ada ....galaknya. Guru-guru yag lain juga menegur kelakuan kami pada guru tersebut, karena sudah termasuk ukuran parah.
Pada suatu hari, ketika guru tersebut mengajar, kelas lebih ribut dari biasanya. opik sendiri waktu itu asyik baca komik di kelas, ga memperhatikan guru di depan. Guru tersebut sempat menegur kami, tapi tidak dipedulikan. Ketika kelas kami semakin ribut, guru tersebut lalu duduk di meja guru, bersedekap, kemudian menundukkan kepala. Kelas tetap ribut seperti biasa, sampai akhirnya seorang teman yang menyadari keanehan yang terjadi, akhirnya kami saling berhush-hush untuk mendiamkan kelas. Semua perhatian tertuju pada guru tersebut yang terus diam, kami pun saling berbisik, saling menanyakan soal apa yang terjadi. Kelas tetap dalam keadaan hening sampai akhirnya bel berbunyi, menandakan waktu pelajaran tersebut berakhir. Guru tersebut langsung beres-beres dan keluar.
Kami yang penasaran mendekati meja guru dan ada yang ikut keluar. Meja guru ternyata basah, sehingga kami sadar apa yang terjadi. Guru tersevut makan hati aibat kelakuan kami sampai menangis di meja guru. Sejak kejadian tersebut kami mulai agak mengurangi kenakalan dan keributan kami, dan mulai memperhatikan guru. Mungkin sekali kami akan mengalami hal yang sama bila ada di antara kami yang di depan atau mengajar. Mungkin saat itulah kami belajar untuk memahami perasaan orang lain
Nah, cerita yang ini terkait dengan seorang guru. Kelas kami termasuk kelas yang ribut, opik duduk di bangku paling belakang dan waktu itu adalah ketua kelas. Kelas kami biasanya sangat ribut karena banyak orang ngobrol dan membentuk kelompok sendiri, opik sendiri biasanya sering main kartu yu gi oh dengan beberapa teman.
Meski kelas ribut, biasanya agak reda kalau ada guru yang masuk, namun khusus untuk guru satu ini, kelas tetap ribut. Dia memang termasuk salah seorang guru yang kurang diperhatikan, padahal opik akui, cara mengajarnya bagus, sebab dia itu bisa dengan gampang mengambil inti-inti dari buku teks pelajaran,yang tebal pisan, jadi sangat ringkas dan mudah dimengerti, tapi yang diajar paling barisan paling depan, sisanya ke belakang mah ribut dan sibuk sendiri.
Nah, sebenarnya guru tersebut sangat merasa tidak enak dengan kelakuan kami tersebut. Beberapa kali dia menegur, namun kami anggap angin lalu, yaiyalah, negurnya terlalu lembut dan emang ga ada ....galaknya. Guru-guru yag lain juga menegur kelakuan kami pada guru tersebut, karena sudah termasuk ukuran parah.
Pada suatu hari, ketika guru tersebut mengajar, kelas lebih ribut dari biasanya. opik sendiri waktu itu asyik baca komik di kelas, ga memperhatikan guru di depan. Guru tersebut sempat menegur kami, tapi tidak dipedulikan. Ketika kelas kami semakin ribut, guru tersebut lalu duduk di meja guru, bersedekap, kemudian menundukkan kepala. Kelas tetap ribut seperti biasa, sampai akhirnya seorang teman yang menyadari keanehan yang terjadi, akhirnya kami saling berhush-hush untuk mendiamkan kelas. Semua perhatian tertuju pada guru tersebut yang terus diam, kami pun saling berbisik, saling menanyakan soal apa yang terjadi. Kelas tetap dalam keadaan hening sampai akhirnya bel berbunyi, menandakan waktu pelajaran tersebut berakhir. Guru tersebut langsung beres-beres dan keluar.
Kami yang penasaran mendekati meja guru dan ada yang ikut keluar. Meja guru ternyata basah, sehingga kami sadar apa yang terjadi. Guru tersevut makan hati aibat kelakuan kami sampai menangis di meja guru. Sejak kejadian tersebut kami mulai agak mengurangi kenakalan dan keributan kami, dan mulai memperhatikan guru. Mungkin sekali kami akan mengalami hal yang sama bila ada di antara kami yang di depan atau mengajar. Mungkin saat itulah kami belajar untuk memahami perasaan orang lain
Langganan:
Postingan (Atom)